Kaleidioskop Peningkatan Infrastruktur Dasar dan Konektivitas Antar Wilayah Kukar 2023
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terus berupaya mewujudkan
akses mobilitas yang mulus, baik peningkatan kualitas layanan infrastruktur
dasar, dan konektivitas antar wilayah.
Hal itu merupakan salah satu program dedikasi Kukar Idaman, yang
tertuang ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Pada 2023 ini, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp868
milliar yang terdiri APBD murni sekitar Rp541 milliar, dan APBD-P sekitar Rp326
milliar, pada bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum.
APBD MURNI 2023
Pada APBD murni 2023, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar
menganggarkan 541 milliar untuk bidang Bina Marga, yang terdiri dari 135 paket
pekerjaan yang tersebar di 20 Kecamatan se Kukar.
"135 paket pekerjaan tersebut yakni pembangunan jalan,
konektivitas antar wilayah, dan pembangunan jembatan," kata Linda Juniarti
Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar pada Poskotakaltimnews,
di ruang kerjanya, Kamis (21/12/2023).
Ia menyebutkan, semua pekerjaan yang di APBD murni hampir tuntas.
Sementara untuk progres bisa dibilang mencapai 90 persen. Ada beberapa contoh
pekerjaan yang tuntas diantaranya pembangunan jalan poros Kahala.
Pembangunan jalan poros Kahala pada 2023 yang sudah dituntaskan
sekitar 6,8 KM, kemudian pembangunan jalan desa Sebelimbingan 1,1 KM,
peningkatan infrastruktur jalan yang memghubungkan Kecamatan Anggana-Muara
Badak sekitar 2,5 KM, konektivitas jalan antar desa yakni Senoni dan Rapak
Lambur.
Selanjutnya, pembangunan 5 jembatan di Kukar namun masih ada 1
jembatan yang belum bisa diselesaikan tahun ini, karena mengalami kendala. Ada
8 jembatan yang direhabilitasi, dan jembatan tersebut sudah selesai direhab.
APBD PERUBAHAN 2023 KUKAR
Dinas Pekerjaan Umum mengalokasikan sekitar Rp326 milliar Pada
APBD Perubahan 2023, yang terdiri dari 200 paket pekerjaan.
"Dari 200 paket pekerjaan tersebut, baru 50 persen yang sudah
tuntas atau tercapai," ungkap Linda Juniarti
Paket pekerjaan tersebut tersebar di 20 kecamatan se Kukar, namun
nilai nilainya tak terlalu besar dibanding dengan pekerjaan APBD murni.
"Ini pekerjaannya lebih banyak, tapi nilainya tidak
besar," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, pada pekerjaan APBD perubahan ini kurang
maksimal karena mengalami kendala, kendala tersebut ialah kesulitan untuk
mendatangkan material dari luar.
"Material saat ini sulit didapat, karena rebutan juga dengan
daerah lain. Dan proyel proyek strategis di IKN," ucapnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Batching plan, untuk
mengatasi kendala tersebut. Sehingga setiap pekerjaan di Kukar bisa berjalan
maksimal.
"Mungkin kedepan ada kebijakan kebijakan seperti apa terkait
dengan material tersebut," katanya
Menurutnya, dengan kondisi jalan yang mantap dan terhubung. Pastinya dapat memudahkan akses masyarakat, meminimalisir resiko, dan menekan biaya transportasi.
"Pembangunan jalan maupun konektivitas antar wilayah
merupakan komitmen pemerintah daerah, dalam mendukung perekonomian
masyarakat,"pungkasnya. (riz)